Minggu, Desember 17

#AksiBelaPalestina1712; Palestina Merdeka, Indonesia Jaya
JAKARTA, GELAGAT.NET - "Palestina Merdeka, Indonesia Jaya", itulah salah pekikan dalam aksi membela Palestina di Monas, Jakarta, 17 Desember 2017.


Sampai pukul 11.00 wib, masa dari berbagai daerah masih terus berdatang. Aksi bela Palestina kali ini atas ajakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI mengecam klaim sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Bagaimana suasana Aksi Bela Palestina kali ini. Berikut beberapa foto peserta aksi.











Foto: darma

Rabu, Desember 13

Utas; Cara Baru Membuat Kultwit Lebih Mudah

Twitter, selalu mengamati perilaku penggunanya. Beberapa waktu yang lalu, meluncurkan penambahan jumlah karakter lebih dari 140. Namun, banyak pengguna yang masih merasa belum cukup dengan penambahan karakter tersebut. Banyak pengguna yang menyampaikan sebuah topik dengan berkali-kali tweet, kemudian dikumpulkan menggunakan chirpstory.


Menurut Twitter, saat ini sudah ratusan ribu utasan setiap harinya. Bagi sebagian orang, bisa jadi membuat atau menemukan utasan cukup sulit. Untuk itu, beberapa minggu ke depan, twitter akan membuat tombol khusus untuk membuat utasan. Nantinya, user tinggal mengklik tombol "+" bila ingin menyampaikan opini yang panjang di twitter (kultwit).
Selain itu, twitter juga akan menambahkan label "Tunjukkan utasan ini" untuk memudahkan follower membaca utasan secara utuh.
Pembaharuan ini akan tersedia beberapa minggu ke depan untuk semua sistem operasi Android, iOS, maupun di halaman twitter.com. Jika Anda ingin menggunakan fitur tersebut, silakan langsung update aplikasi bila sudah tersedia di store. (blog twitter)

foto: pixabay.com

Selasa, Desember 12

Reformasi di Arab Saudi, Izinkan Buka Bioskop Setelah 35 tahun Dilarang

SEJAK diangkat menjadi Putra Mahkota Arab Saudi menggantikan Muhammad bin Nayef pada 21 Juni 2017, MbS, julukan bagi Pangeran Muhammad bin Salman telah memperkenalkan sejumlah perubahan dan reformasi. Selain mengijinkan kaum perempuan di Arab mengendarai mobil, terbaru Arab Saudi memberi izin pembukaan bioskop di Kerajaan Petrodolar itu.
Dengan munculnya izin tersebut, bioskop di Arab Saudi diperkirakan akan dibuka pada awal 2018.
“Sebagai pengawas peraturan, Komisi Umum Media Audiovisual telah memulai proses untuk melisensi bioskop di Kerajaan,” kata Menteri Budaya dan Informasi Arab Saudi, Awwad bin Saleh Alawwad dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Senin (11/12/2017).

“Kami mengharapkan bioskop pertama akan buka pada Maret 2018,” tambahnya.

Desas-desus mengenai akan dibukanya kembali bioskop di Arab Saudi sudah mulai berdengung sejak September lalu. Isyarat pembukaan bioskop tersebut sejalan dengan program reformasi “Vision 2030” yang dijalankan Pangeran Mohammad bin Salman.
Salah satu yang paling radikal dari reformasi itu adalah adalah mengizinkan perempuan di Arab Saudi untuk mengemudi mobil sekaligus mengakhiri larangan terhadap perempuan yang telah berlaku sejak lama. Saat ini peraturan tersebut sedang dalam proses untuk memastikan tidak ada syariat Islam yang dilanggar dari kebijakan tersebut. Berdasarkan laporan kantor berita SPA, aturan baru itu akan diterapkan mulai 24 Juni 2018 mendatang.
Bioskop sebenarnya pernah buka dan beroperasi di Arab Saudi pada 1970-an. Namun, tekanan keras dari kelompok ultrakonservatif membuat pihak berwenang kerajaan terpaksa menutup semua bioskop di sana.
Pada Oktober, sebuah pagelaran malam film dilangsungkan di Riyadh sebagai pendahuluan dari pencabutan resmi larangan pembukaan bioskop di kerajaan tersebut. Acara yang digelar di King Fahd Cultural Centre itu menayangkan tiga film pendek untuk dinikmati penonton.
"Film itu seperti jiwa masyarakat Saudi. Film membuat orang melihat kenyataan, cerminan hidup mereka sendiri di layar," kata Sutradara Faisal Alharbi pada acara tersebut.
Jika nantinya bioskop kembali dibuka pada 2018, maka bioskop itu akan menjadi yang pertama di Saudi dalam 35 tahun terakhir.  (berbagai sumber

Jumat, Desember 8

Ternyata Kentut Sapi Merusak Ozon


TERNYATA, kentut sapi bisa merusak lapisan ozon. Dalam kategori gas-gas rumah kaca, gas methan adalah yang gas yang paling berbahaya. Dibanding gas karbon dioksida, gas methan jauh lebih merusak lapisan ozon di atmosfir, dan sebagian besar gas itu dihasilkan oleh ternak.

Dikutip dari VoA Indonesia, Sapi-sapi di peternakan di seluruh dunia menghasilkan daging yang dimakan oleh jutaan manusia; tapi sapi-sapi itu juga bertanggung jawab atas peningkatan suhu bumi. Ini disebabkan karena dalam satu bagian perut sapi itu, yang disebut rumen, proses pencernaannya menghasilkan gas methan, gas rumah kaca yang sangat kuat.
Richard Dewhurst, pakar pada Scotland’s Rural College, mengatakan, “Proses fermentasi dalam rumen itu penting bagi sapi, tapi masalahnya, proses itu juga menghasilkan gas methan.”
Karena itu, di sebuah laboratorium di Inggris, para pakar memberi makanan yang berbeda kepada sapi-sapi ternak untuk melihat makanan jenis apa yang menghasilkan paling sedikit gas methan.
Rainer Roehe, pakar lainnya pada Scotland Rural College, menjelaskan, “Kami punya enam tong makanan yang berisi makanan ternak yang berbeda. Kami berusaha mempelajari dampak makanan tertentu dalam kaitannya dengan produksi gas methan, dan juga tentang susunan genetika sapi-sapi yang hanya menghasilkan sedikit gas methan.”
Tapi yang ditemukan para pakar, bukan makanan apa yang menghasilkan gas methan terbanyak, tapi jenis bakteri yang terdapat dalam perut sapi itu, yang menentukan jumlah gas methan yang dihasilkan.
Penemuan ini mungkin kabar baik bagi peternak sapi, karena akan memungkinkan mereka menternakkan sapi-sapi yang tidak menghasilkan banyak gas methan.
Kata para pakar, diharapkan suatu hari petani akan bisa mengadakan pengetesan genetika untuk mencari sapi-sapi yang lebih bersih dan tidak menghasilkan banyak gas methan.
Sementara itu, kita bisa mengurangi produksi gas methan yang merusak lapisan ozon dengan makan lebih sedikit daging sapi. (Tim Gelagat)
Yerusalem Membara, Hamas Serukan Perang

YERUSALEM mulai membara. Bentrokan terjadi antara pasukan Israel dan para pejuang Palestina terjadi Kamis (7/12) di Tepi Barat dan Gaza. Itu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di Tepi Barat, batu-batu yang dilemparkan para pejuang Palestina beterbangan ke arah barisan pasukan Israel. Di Ramallah, asap hitam membumbung dari ban-ban yang dibakar. Puluhan orang dilaporkan terluka.
Voice of Americamenuturkan, di Betlehem, kota kelahiran Yesus, tentara menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah para pejuang Palestina. Sementara di Gaza, poster Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta membakar bendera-bendera Amerika dan Israel dibakar.
Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok perjuangan Palestina, Hamas yang menguasai Gaza, telah menyerukan pemberontakan bersenjata ke-tiga Palestina dalam melawan Israel.
“Kami ingin pemberontakan berlangsung terus untuk membuat Trump dan penguasa pendudukan menyesali keputusan ini,” kata Haniyeh dalam pidato hari Kamis di Gaza. 
Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pidatonya mengatakan aksi Trump itu telah melepaskan Amerika dari perannya sebagai mediator perdamaian.
Dari Jakarta, Pemerintah Indonesia juga mengecam kebijakan Trump. Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (7/12) meminta Donald Trump mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi.
Menurut Jokowi klaim sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat memantik masalah keamanan dunia.
"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," imbuhnya.
Indonesia lanjut Jokowi, telah menjalin komunikasi dengan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (Organization of the Islamic Conference-OIC) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera bersidang dan menyikapi hal itu.
"Dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI. Agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini, dan meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," tegas Jokowi.
Kementerian Luar Negeri RI lanjut Jokowi juga akan memberikan pernyataan kecaman Indonesia ini melalui Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.
"Saya juga telah memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia," katanya.
Lebih lanjut Jokowi memastikan Pemerintah dan rakyat Indonesia tetap konsisten memperjuangkan Palestina menjadi negara merdeka. "Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten, untuk terus bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya. Sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945." (berbagai sumber)

Kamis, Desember 7

Heboh Si Bapak Janda Penyuka Film India

SEORANG pria bernama Permadi Arya beralih nama menjadi Abu Janda. Dia pun mengaku seorang ustadz ahli agama. Demi itu, membuat nama pengganti yang dibuat kearab-araban, Ustad Abu Janda al-Boliwudi.

Rupanya, nama itu pun sekedar olok-olok. Di akun facebooknya, Permadi mengaku, nama itu adalah plesetan atas seseorang bernama Abu Jandal Al Indonesiy, seorang pengikut ISIS yang konon telah tewas di Suriah.

Sekedar informasi, nama Abu Jandal sendiri adalah nama seorang sahabat Rasulullah SAW, pejuang dan pahlawan pertempuran. Lengkapnya Abu Jandal bin Suhail. Dia wafat, dalam keadaan Syahid dalam bencana Urdun pada tahun 18H ketika ikut berperang di Syam.

Jika nama Abu Jandal Al Indonesiy berarti Abu Jandal asal Indonesia, maka Abu Janda al-Boliwudi dapat berarti Bapak Janda asal Bollywood. Entah apa yang mendasari Permadi menggunakan kata itu, mungkin karena dia penyuka film India.

Dia pernah membuat video parodi, Abu Jandal Al-Indonesiy. "Ketahuilah, bahwa tentara-tentara film India menunggu kalian dari Inspektur Vijay, Sanjay Dutt, sampai Amitabh Bachchan," seru Permadi dalam video itu. Dia mengolok-olok ISIS dengan menyebut sejumlah tokoh film Bollywood.
SI Bapak Janda ini tidak akan terkenal dan menjadi sorotan netizen jika dia tidak tampil berbicara Indonesia Lawyer Club, Selasa (05/12) dengan tema ” 212, Perlukah Reuni”.

Di ILC, Permadi berbicara bersama budayawan Sujiwo Tejo, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, lalu dai KH M Al Khaththath, pengacara Eggi Sudjana, Ustadz Felix Siau, dan musisi Ahmad Dhani.

Selain itu turut urun rembuk Rocky Gerung, anggota DPR RI Komarudin Watubun, dan penggiat media sosial Denny Siregar, Ketua Pengurus Besar NU Marsyudi Suhud, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi/JIAD Aan Anshori, cendikiawan Muslim Asyumardi Azra, serta via video conference pakar hukum tata negara Mahfud MD.

Sesi perdebatan antara Si Bapak Janda sebagai pendukung Ahok dengan Ustadz Felix Siau sebagai pendukung aksi 212, yang paling menyedot perhatian. Apalagi sebenarnya, Ustad Felix maupun Abu Janda sama-sama penggiat media sosial dengan ratusan ribu followers yang banyak.

Abu Janda tak jarang menyinggung ulama-ulama yang dianggapnya suka memprovokasi. Mengenai hal itu, Wakil Sekjen Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Haikal Hasan menanggapi bahwa perkataan pria bernama Abu Janda tersebut sarat dengan kepalsuan. Ia juga mengatakan di dalam ucapannya ada rasa dendam .

“Setelah ILC tadi malam… Ada yg merenung meratapi nasibnya, kebodohannya serta baru sadar bahwa diundang ternyata utk diungkap betapa penuh kepalsuan dan dendam selama ini, ” ujarnya seperti ditulis situs kiblat, Kamis (07/12).

Menurut Haikal, komentar Permadi sangat melecehkan dasar-dasar syariat Islam. Terutama saat ia mengatakan bahwa hadist yang baru muncul 200 tahun setelah Nabi wafat sebagai landasan yang tidak pantas digunakan kembali.

“Ustadz @felixsiauw telah jelaskan hadist shoheh soal bendera. Abu Janda menjawab hadist ditulis 200thn setelah Nabi wafat. Kata2 ini mengandung makna jgn percaya hadist, jgn pakai hadist, jgn berpatokan hadist. kpd yg terkait, segera tuntut manusia yg melecehkan hadist ini, ” ujar @haikal_Hassan.

Terakhir, Ustadz Haikal mengajak umat untuk tidak terlalu banyak membicarakan Permadi.
“Abaikan abujanda. Sayang2 jempol utk mengetiknya. Sayang2 lidah utk menyebutnya. Sayang2 fikiran utk mengingatnya,” pungkasnya. (berbagai sumber)